PRONA 2013 Akan Sertifikatkan 3500 Bidang Tanah http://t.co/qbu9d3bMfe
PRONA 2013 Akan Sertifikatkan 3500 Bidang Tanah http://t.co/qbu9d3bMfe
Novianti Iswandari siswa kelas XII IPS I SMA Negeri 11 Purworejo maju ke Pekan Olah Raga Pelajar Nasional (Popnas) tahun 2011 yang berlangsung di Provinsi Riau. Novianti dikirim ke Popnas di Riau mewakili Jawa Tengah di cabang pencak silat. Novi yang bertinggi badan 165 cm dan berat 63 Kg ini turun di kelas F putri. Terpilihnya Novi ke Riau setelah dalam kejuaraan pencak silat di Popda mempu keluar sebagai juara I.
Kepala SMA Negeri 11 Purworejo Drs Y Widada Irianta menyambut baik atas terpilihnya Novi mewakili Jawa Tengah. Dirinya berharap anak didikya tersebut mampu memberikan yang terbaik. “Karena keberhasilan Novi akan membawa nama SMA Negeri 11 dan Kabupaten Purworejo,” kata Widada. Selama ini Novi berlatih seminggu tiga kali dibawah bimbingan para guru silat dari IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia) Purworejo.
Sejumlah gelar juara baik tingkat kabupaten maupun provinsi berhasil dikoleksi oleh Gadis berkulit hitam manis ini. Karena itu tidak mengherankan jika dirumahnya banyak berjejer sejumplah tropi dan medali.
Tidak sia-sia ketika Kementerian Pemuda dan Olah Raga (Kemenpora) menunjuk Padepokan Pencak Silat Setia Hati Teratai (PSHT) Bagelen untuk mewakili sekaligus sebagai tuan rumah penyelenggaraan Invitasi Pencak Silat se Eks Karesidenan Kedu. Dalam invitasi Pencak Silat yang berlangsung 23-25 Desember 2011 di Gedung Olah Raga (GOR) WR Supratman Purworejo, PSHT Purworejo mendominasi laga final di berbagai kelas yaitu dari kelas A sampai E. PSHT Purworejo keluar sebagai juara umum sekaligus berhak mendapat Piala Menpora dengan memperoleh 4 medali emas, 1 perak dan 1 perunggu.
Kemudian disusul ASSAD Wonosobo dengan perolehan 2 emas, 1 perunggu, dan Padepokan TGS juga dari Wonosobo dengan perolehan 1 emas, 1 perak dan 4 perunggu. Sedangkan Padepokan TGS Kebumen memperoleh 1 emas, 1 perak dan 2 perunggu, serta Padepokan ASSA Kabupaten Magelang memperoleh 1 emas.
Ketua KONI sekaligus Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Cabang Purworejo, Setiyarso Angko Widodo yang berkesempatan menyerahkan Piala Menpora dan uang pembinaan sekaligus menutup invitasi Pencak Silat se eks Karesidenan Kedu (25/12), menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen masyarakat, pemerintah yang telah mendukung invitasi pencak silat se eks Kedu. ”Saya merasakan ini ada kebangkitan pencak silat di Kedu, utamanya di Kabupaten Purworejo,” katanya.
Angko juga menyampaikan, agar bisa memacu prestasi dan meningkatkan prestasi olahraga, maka sarana dan prasarana olahraga juga perlu diperhatikan. Untuk itu, pada tahun 2012 GOR WR Supratman akan segera dibangun dengan anggaran dari pusat sebesar Rp 5 miliar. “Dengan pembangunan gedung tersebut, kita harapkan akan semakin memotivasi atlit untuk berprestasi. Untuk itu, juga harus diperbanyak pertandingan-pertandingan atau kejuaraan di Purworejo,”harapnya.
Angko juga menyampaikan, tidak hanya GOR WR Supratman saja yang akan dibangun pada tahun 2012, tetapi juga gedung Kesenian Bagelen yang akan menghabiskan anggaran Rp 4,8 miliar.
Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Purworejo sedang memproses lebih lanjut masalah sampah atau sanitasi di Tempat Pembuangan Sampah (TPA) Desa Jetis Kecamatan Loano seluas 4,8 HA. Selain itu juga akan dibangun kolam penampungan untuk mengalirkan air lindi ( air sampah). Hal itu dimaksudkan agar air lindi tidak mencemari lingkungan.“Upaya itu mendapat dukungan dana dari Pemerintah Australia sebesar Rp 1, 5 miliar dan dari APBD Purworejo Rp 600 juta. Bantuan dari Australia sudah ditandatangai dalam Naskah Perjanjian Naskah Perjanjian Penerimaan Hibah (NPPH), antara pemerintah pusat dengan Pemkab Purworejo 26 Oktober 2010,” demikian penjelasan Ir. Fatori, Kepala Dinas PU, Purworejo.
Dana dari Australia itu diproses pemerintah ousat lewat Menteri Keuangan Direktur Jendral Perimbangan Keuangan atas nama Menteri Keuangan mentransfer ke daerah penerima hibah, tahun anggaran 2010, dan SKEP Menkeu No 361/KM/07/2010, 1 september 2010. Naskah tersebut ditandatangani oleh pemberi hibah dari pihak pemerintah pusat, diwakilkan oleh Andriansyah, direktur Pembiayaan dan Kapasitas Daerah, Dirjen perimbangan Keuangan, Kementerian Keuangan. Sedangkan pihak penerima hibah adalah Bupati Purworejo Drs H Mahsun Zain M Ag. Menurut Kabid Kebersihan/Pertamanan, rencana untuk membangun TPA (Tempat Pembuangan Akhir) sampah di TPA Desa Jetis, Kecamatan Loano. Meliputi meratakan lokasi TPA, membangun rumah untuk istirahat petugas, dan pembuatan saluran air disekitar TPA tersebut. “Disamping itu juga akan digunakan untuk pembelian alat berat seperti Bekho, hidrolik dan exfator guna menggantikan alat lama, “jelas Mulyono, SE Kabid Kebersihan / Pertamanan Dinas PU. (Full)
Sebanyak 28 anggota Pasukan Inti (Pasti) dan 188 Penggalang Baru Gerakan Pramuka Gugus Depan XI SMP Negeri 7 Purworejo dilantik. Pelantikan dilakukan dalam kegiatan perkemahan Jumat Sabtu Minggu (Perjusami) tanggal 23-25 2011 di halaman sekolah setempat . Pelantikan ditandai dengan penyematan topi secara simbolis oleh waka kesiswaan Kastomo kepada anggota Pasti dan Penggalang baru. Kegiatan Perjusami diikuti oleh seluruh siswa kelas VII, VIII dan pasukan inti kelas IX SMP Negeri 7.
Perjusami diisi berbagai kegiatan kepramukaan seperti morse, tali temali, PPPK, menaksir dan PBB. Selain itu, kegiatan dengan tema Berkemah Menuju Generasi Umat Yang Taqwa Cerdas dan Berkualitas tersebut juga diisi dengan materi keagamaan dan umum.
Yakni sholat wajib dan berjamaah, tartil Quran, hafalan doa-doa, pengetahuan umum, lomba-lomba, pentas seni antar regu, baca puisi, LCT dan menyanyi. Kastomo mengatakan, perkemahan serta pelantikan pasukan inti dan penggalang baru merupakan salah satu program tahunan gerakan Pramuka di SMP Negeri 7 Purworejo.
Adapun pelaksanaanya dilakukan pada awal tahun dan sebagai salah satu syarat kenaikan tingkat dengan diadakanya ujian secara kolektif. “Tujuanya untuk menciptakan generasi yang bermanfaat bagi umat, mengaplikasikan Dasa Dharma dan Tri Satya dalam kehidupan sehari-hari, meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kepramukaan serta terlaksananya ujian secara kolektif,” jelas Kastomo.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 7 Purworejo Suratman MPd mengatakan, kegiatan perjusami didukung oleh PT XL Axiata. Saat ini, di sekolah tersebut juga sudah dibentuk komunitas XL Jagoan Muda dan Sisfoster (Sistim Informasi Terpadu). “Dalam program ini semua siswa bisa mengakses kegiatan sekolah melalui SMS gratis,dengan catatan kartu yang digunakan harus XL,” kata Suratman.
Ribuan masyarakat Purworejo berjubel memadati jalan-jalan protokol, untuk menyaksikan karnaval, Sabtu (24/9) siang. Mereka datang dari segala penjuru wilayah Kabupaten Purworejo, baik sendiri maupun beserta anggota keluarganya. Dengan antusias, mereka menyaksikan barisan peserta karnaval, yang belangsung mulai siang hingga petang hari.Karnaval tingkat umum dalam rangka peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke 66 dan Hari Jadi ke 1110 Kabupaten Purworejo, diikuti peserta dari SD, SMP/MTs, SMA/MA/SMK, dan dinas instansi. Rute yang dilalui sepanjang sekitar 5 km.
Kendati pihak panitia melalui surat edarannya membatasi jumlah anggota tiap peserta, namun banyak peserta yang jumlahnya melebihi batas. Sehingga karnaval terlihat mengular panjang sekali. Bahkan ketika peserta terakhir belum berangkat/ start, peserta yang berangkat terlebih dahulu sudah memasuki finish.
Hanya saja panitia menempatan star dan finish ditempat yang berbeda, sehingga tidak terjadi penumpukan. Peserta berkumpul di alun-alun besar, kemudian star di Jl Setyabudi depan pendopo rumah dinas bupati. Sedangkan finish di lapangan garnisun, belakang rumah dinas bupati.
Peserta menampilkan kreatifitas masing-masing, sehingga terlihat semarak. Berbagai replika kesenian, suku dan budaya nusantara ditampilkan. Hal ini menggambarkan keanekaragaman dan budaya bangsa Indonesia dibawah NKRI. Disamping itu berbagai potensi dan hasil pembangunan di Kabupaten Purworejo juga ditampilkan.
Banyak para pejabat maupun pimpinan SKPD ikut peserta karnaval, berbaur dengan peserta lain dengan memerankan tokoh tertentu. Termasuk para kepala bagian dilingkungan setda, yang rela ikut panasan, dengan mengenakan kostum warok.
Ketua seksi karnaval Drs H Harnudin Burhan MM, melaporkan bahwa karnaval tesebut sebagai wahana ekspresi bagi masyarakat dalam memperingati HUT Kemerdekaan RI dan Hari Jadi Purworejo. Diharapkan melalui kegiatan ini, dapat meningkatkan semangat nasionalisme dan rasa bangga sebagai masyarakat Purworejo.
Kegiatan yang mengambil tema ”Dengan semangat Proklamasi 17 Agustus 1945 dan Hari Jadi Purworejo kokohkan persatuan dan kesatuan menuju terwujudnya jati diri daerah sebagai cerminan kebinekaan”, diikuti 66 regu terdiri dari SD 12, SMP/MTs 9, SMA/MA/SMK 21, dan umum 24 peserta.
Pada kesempatan tersebut Bupati Purworejo Drs H Mahsun Zain MAg, berharap agar karnaval dapat mengusung potensi lokal. Yakni potensi yang dimiliki Kabupaten Purworejo, yang mencakup empat prioritas pembangunan daerah, serta seni budaya lokal asli Purworejo. Secara khusus, Bupati juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada para pejabat di lingkungan setda Purworejo, yang berpartisipasi langsung dalam karnaval itu.
Pasarnya resik rezekinya apik merupakan slogan yang ditulis pada spanduk Kodim 0708/Purworejo saat melaksanakan karya bhakti pembersihan pasar di pasar pagi Suronegaran Purworejo. Kegiatan karya bhakti tersebut dilaksanakan dalam rangka HUT TNI ke 66, Senin (19/9). Karya bhakti dilaksanakan dibeberapa sasaran yaitu pasar Suronegaran dengan jumlah personil TNI 50 orang dan Polri 50 orang, Masid Agung Darul Muttaqin 30 anggota TNI, Gereja Santa Perawan Maria Purworejo 20 anggota TNI, gereja GKJ 20 anggota TNI serta TMP Projo Handoko Loyo 30 anggota TNI.
Dandim 0708/Purworejo Letkol Inf Ade Adrian ketika meninjau kegiatan karya bhakti tersebut mengatakan bahwa TNI adalah bagian yang tidak terpisahkan dari rakyat. “TNI bekerja untuk rakyat, makanya dalam rangka HUT TNI kami ikut membantu membersihkan pasar yang setiap harinya menjadi tumpuan ekonomi ratusan pedagang, sebab falsafahnya pasarnya resik rezekinya apik,”ungkapnya.
Ngatoyo selaku Kepala Pasar Suronegaran menyambut baik kegiatan ini dan sangat berterima kasih kepada TNI dan Polri yang telah membantu dalam pembersihan pasar. Karena kurang lebih 400 pedagang setiap harinya yang berjualan dipasar tersebut, merasa nyaman setelah pasarnya di bersihkan.
Karakter bangsa Indonesia yang dikenal mengedepankan adat ketimuran, saat ini dinilai telah bergeser dari nilai-nilai Pancasila. Untuk menumbuhkan kembali jiwa nasionalisme, diperlukan revitalisasi pembangunan karakter bangsa, sebagai upaya menyiapkan generasi 2045 mendatang. “Karakter bangsa Indonesia saat ini telah bergeser dari nilai-nilai Pancasila. Hal itu ditandai dengan melemahnya akhlak dan moral, kurang toleransi dalam kehidupan beragama. Rasa kedaerahan sempit, kurangnya rasa kegotong-royongan, dan kurangnya rasa keadilan social di masyarakat,” kata Dr Femmy Eka Kartika Putri MSi, Assisten Deputi Dikdas, PAUD, Dan Dikmas, Deputi bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama pada Kementrian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat.
Pernyataan tersebut disampaikan Femmy, saat menjadi nara sumber dalam seminar pendidikan, yang diselenggarakan dalam rangkaian peringatan Lustrum ke 13 SMPN 2 Purworejo di pendopo rumah dinas bupati belum lama ini. Seminar dengan tema “Meningkatkan mutu pendidikan melalui pemenuhan standar nasional dan internasional, serta implementasi pendidikan karakter bangsa”, dibuka Assisten Sekda bidang Administrasi, Umum dan Kesra drh Abdurahman. Seminar diikuti guru dan kepala SD, SMP, SMA/SMK/ Kepala SMP RSBI se eks Karesidenan Kedu.
Untuk itu menurut Femmy, perlu dilakukan revitalisasi pembangunan karakter bangsa. Dengan pembangunan karakter bangsa ini, diharapkan bangsa Indonesia punya disiplin tinggi, bangsa yang cepat maju, gerakan budaya bersih di ligkungan pemerintah dan masyarakat sampai ketingkat desa, sehingga akan menjadi gerakan Indonesia bersih.
Femmy dalam makalahnya yang berjudul “Menyiapkan generasi tahun 2045 melalui pembangunan karakter bangsa” menyatakan ada banyak permasalahan bangsa dan negara saat ini. Antara lain disorientasi dan belum dihayatinya nilai-nilai Pancasila, bergesernya nilai etika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, memudarnya kesadaran terhadap nilai-nilai budaya bangsa, serta ancaman disintegrasi bangsa dan melemahnya kemandirian bangsa.
Permasalahan tersebut dapat dilihat dengan semakin kurang kuatnya akhlak dan moral. Hal ini dapat diketahui dengan semakin meningkatknya pornografi dan peredaran vcd porno, pelacuran usia muda, maraknya pengguna narkoba. Masih banyaknya tawuran antar pelajar, mahasiswa, aksi beringas tindak anarkis. Masih merajalelanya hasrat untuk berkorupsi. Rasa kedaerahan yang sempit, kurangnya rasa nasionalisme. Ketergantungan tehadap produk luar negeri.
Betapa pentingnya pembangunan karakter bangsa saat ini untuk menyiapkan generasi mendatang. Hingga Presiden RI mengeluarkan Inpres nomor 1/2010 tentang percepatan pelaksanaan prioritas pembangunan nasional: penyempurnaan kurikulum dan metode pembelajaran aktif berdasar nilai-nilai budaya bangsa untuk membentuk daya saing dan karakter bangsa. “Inpres tersebut, telah disampaikan ke sekolah-sekolah,”ungkapnya
Minat masyarakat untuk urbanisasi ternyata masih sangat tinggi. Terbukti perpindahan penduduk Kabupaten Purworejo ke kota-kota besar animonya tetap besar. Rata-rata yang menjadi tujuan utama adalah Jakarta, kendati sudah beberapa kali ada sosialisasi bahwa kota metropolitan tersebut duah terlalu padat. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Catatan Sipil Kabupaten Purworejo Didit Samudro di ruang kerjanya belum lama ini. Kata Didit, biasanya arus urbanisasi sangat terasa sekali sesudah Hari Raya Idul Fitri. Sesuai data yang ada, sebelum Hari Raya Idul Fitri warga Purworejo yang pindah keluar daerah rata-rata 28 KK / hari. Namun sejak Hari Raya Idul Fitri sampai H + 10, warga yang pindah tercatat mencapai 50 KK / hari.
“Mereka yang pindah kemungkinan di kota tujuan sudah mapan. Sehingga seluruh keluarganya kemudian di boyong ke Jakarta,” kata Didit. Data kepindahan penduduk yang tercatat di Dinas Catatan Sipil merupakan salah satu indikasi besarnya animo warga Purworejo untuk urbanisasi. Sementara itu, permintaan kartu kuning di Dinas tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Purworejo, seusai Hari Raya Idul Fitri meningkat tajam.
Sedikitnya per hari 100 lembar Kartu Kuning dikeluarkan oleh Disnakertrans. Dari data tersebut menjadi gambaran angkatan kerja dari Purworejo cukup tinggi. Selama ini sebagaian besar para pencari kerja adalah lulusan SMA. Banyaknya angkatan kerja yang urbanisasi lantaran di Purworejo memang sulit mendapatkan peluang kerja seperti yang mereka inginkan.
Alasan lainya, karena mereka lebih memilih bekerja diluar daerah daripada menjadi petani di daerah sendiri. Dampak dari banyaknya angkatan kerja maka desa sering kekurangan tenaga kerja. Hal itu terasa sekali ketika musim awal masa tanam dan panen raya padi.
Di desa-desa di wilayah Kecamatan Purwodadi, Ngombol, Grabag, dan Banyuurip terpaksa menggunakan tenaga dari luar daerah. Demikian juga saat panen raya padi yang mengerjakan adalah para tenaga dari luar daerah seperti Magelang, Bantul, dan Kulon Progo. (Atas DS)
Karnaval Anak tingkat Kabupaten Purworejo yang digelar Kamis (22/9), berlangsung meriah. Ribuan anak-anak dari 69 TK, PAUD, dan kelompok bermain bersama guru dan orangtuanya, tumpah ruah di seputar alun-alun Purworejo. Karnaval itu menampilkan berbagai kekayaan pakaian adat dan profesi khazanah budaya nusantara. Kegiatan karnaval dimulai pukul 08.00 dan baru berakhir sekitar pukul 10.00. Karnaval melewati rute mengelilingi alun-alun Purworejo dengan mengambil start dari depan pendapa rumah dinas bupati dan finish di SD Maria.
Ketua panitia karnaval Drs Ery Prayitno MM mengungkapkan, karnaval tersebut sekaligus merupakan peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 66. "Kebetulan Agustus kemarin bersamaan dengan puasa, sehingga kita undur dibarengkan dengan rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Purworejo," katanya.
Bupati Mahsun Zain saat membuka karnaval TK ini mengatakan, kegiatan karnaval itu menjadi sarana strategis untuk membangkitkan jiwa patriot anak-anak generasi penerus.