PRONA 2013 Akan Sertifikatkan 3500 Bidang Tanah http://t.co/qbu9d3bMfe
PRONA 2013 Akan Sertifikatkan 3500 Bidang Tanah http://t.co/qbu9d3bMfe
Setelah menunggu lebih dari tiga puluh tahun, kini Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 3 Purworejo memiliki sanggar belajar. Bangunan berukuran12 X 12 meter, diresmikan penggunaannya oleh Assisten Sekda bidang Administrasi, Umum dan Kesra, Drs Sigit Budimulyanto MM, Rabu (23/5). Untuk memeriahkan acara tersebut, ditampilkan 9 jenis kesenian nusantara yang dibawakan siswa siswi SMAN 3.
Kepala SMAN 3 Dra Sri Sujarotun MPd, melaporkan bahwa gedung sanggar belajar berukuran 12 X 12 meter, dibangun menghabiskan dana Rp 207 juta. Dana tersebut bersumber dari swadaya komite sekolah. Sampai saat ini, pihaknya baru bisa mendanai Rp 107 juta, sisanya mendapat pinjaman dari pihak pelaksana. Disamping itu, kini sedang membangun mushola yang masih dalam pengerjaan. Dananya dari sumbangan berbagai pihak, termasuk sumbangan para guru di sekolahnya dengan menyisihkan tunjangan sertifikasi.
Lebih lanjut Sri Sujarotun menjelaskan bahwa di sekolah yang dipimpinnya, diselenggarakan berbagai kegiatan ektrakurikuler pada sore hari di luar jam sekolah. Sekitar 15 jenis kegiatan kesenian diajarkan. Hal itu sesuai slogannya sebagai sekolah yang bernuansa seni.
Namun demikian pihaknya tidak meninggalkan bidang akademk. Dibidang akademik, tiap semester pihaknya memberikan beasiswa berupa pembebasan SPP selama 3 dan 4 bulan, bagi siswa yang berprestasi. Tiap tengah semester diselengaraan class metinng non olah raga. Sekitar 10-15 kegiatan non olahraga dilombakan. Selama tiga tahun terakhir, siswanya lulus 100% dalam evaluasi belajar tahap akhir.
Sigit Budimulyanto pada kesempatan yang sama mengungkapkan bahwa dengan selesainya pembangunan gedung sanggar belajar, merupakan kebanggaan tersendiri. Setelah menuggu selama lebih dari tiga puluh tahun lamanya. Sebab keberadan gedung tersebut nantinya akan menunjang kegiatan belajar mengajar siswa, yang pada ujungnya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di SMAN 3 sendiri.
Menurutnya, banyak siswa Purworejo yang berprestasi, termasuk dari SMAN 3. Untuk itu, ia minta kedepan terus dipacu untuk lebih berprestasi, mengingat tantangan kedepan semakin berat. Terlebih lagi potensi yang dimiliki ada, dukungan juga ada, aktualisasi sudah terbukti. Lokasi sekolah ini juga sangat strategis, bahkan sebentar lagi akan dibangun bandara internasional di Kabupaten Kulonprogo, yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Purwodadi.
Sebanyak 12.488 siswa SD/MI/SDLB baik negeri maupun swasta terdaftar sebagai peserta ujian nasional (UN) tahun 2012. UN diselenggarakan selama tiga hari, mulai Senin (7/5), dengan mengujikan tiga soal mata pelajaran. Tiap hari siswa mandapat satu materi ujian, dimulai jam 08-10.000.
Kepala Seksi Kurikulum Pedidikan Dasar pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo, Sri Siti Samsilah SPd, ketila ditemui di kantornya usai memantau pelaksanaan UN, Selasa (8/7), mengungkapkan bahwa jumlah peserta UN yang terdaftar 12.488 siswa. Mereka berasal dari 572 sekolah baik negeri maupun swasta. Rinciannya dari siswa SD negeri/ swasta 11.967 siswa, MI negeri/swasta 520 siswa, dan SDLB seorang. Untuk keperluan itu, disiapkan 868 ruang kelas.
Soal tiba dikantor, sambungnya, dari percetakan pukul 11.45 diawal petugas dari kepolisian. Waktu tersebut mundur dari waktu yang dijadwalkan pada jam 08.00. Setelah dilakukan ferikasi secukupnya, soal langsung didistribusikan ke masing-masing UPT, dengan pengawalan petugas kepolisian. Tap-tiap sekolah mendapat bok berisi tiga materi soal, telah tertera alat sekolah masing-masing. Naskah soal disimpan di ruangan steril juga dijaga petugas dari kepolisian, sehingga ia menjamin aman, tidak terjadi kebocoran. Untuk memantau penyimpanan soal, pihaknya membentuk 4 tim monitoring.
Sehari siswa mendapoat materi uji satu mata pelajaran, secara berurutan yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA. Dari pantauan hari pertama pelaksanaan, UN berjaan lancar. Terdapat 6 siswa tidak mengikuti UN dengan berbagai alasan. Pada materi Bahasa Indonesia, dijumpai soal yang tidak lengkap. Sehingga membngungkan siswa dalam mengerjakannya. Hal ini menurutnya, telah dilaporkan ke tingkat propinsi.
Lembar jawab komputer (LJK) biasanya masuk ke dinas mulai jam 11.00. Kemudian dilakukan scaning (terkoneksi) on line dengan propinsi. Sedangkan korektor dan penilaian dari propinsi. Penentuan kelulusan untuk SD berbeda dengan SPM dan SMA. SD ditentukan berdasarkan rapat dewan guru dan komite sekolah. Sehingga stadar kelulusan masing-masing sekolah dimunkingkan berbeda-beda. UN susulan akan dilaksanaan mulai 14/5 mendatang, bagi peserta yang belum mengikuti dengan keterangan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Guna memberian pemahaman kesehatan kususnya penyakit akibat asap rokok (Tb Paru) di lingkungan pondok pesantren (ponpes), Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo menyelenggarakan penyuluhan. Orientasi pencegahan dan penanggulangan bagi kader ponpes diselenggarakan sehari di sebuah aula rumah makan, di Jl Letjen Suprapto. Orientasi dibuka Kepala Bidang Pelayanan Medis, dr Darus.
Kasi UKBM pada Dinas Kesehatan, Askuri, ketika ditemui Rabu (9/5) di ruang kerjanya mengungkapkan bahwa, kegiatan tersebut diselenggarakan dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman kader ponpes tentang faktor resiko dan masalah kesehatan peyakit akibat asap rokok (Tb Paru). Meningatkan kader dalam melakukan deteksi dini faktor resiko. Meningkatkan peran kader ponpes dalam upaya pencegahan dan penanggulanga penyakit akibat asap rokok.
Kegiatan diikuti 30 orang dari 15 ponpes wilayah kerja 5 puskesmas. Yaitu Puskesmas Bruno, Mranti, Kemiri, Gebang, dan Purworejo. Masing-masing Puskesmas juga menyertakan seorang petugasnya. Peserta menerima materi penanggulangan dan pencegahan penyakit akibat asap rokok oleh Ucok Sujarwo SH. Peran ponpes dalam mendukung desa siaga oleh Mujiyani SKM MM. Menggali masalah kesehatan umum dan kesehatan prioritas desa oleh Kasi UKBM Dinas Kesehatan.
Lebih jauh Askuri menjelaskan bahwa, desa siaga merupakan suatu kondisi masyarakat desa/ kelurahan yang memiliki kesiapan sumberdaya potensial dan kemampuan untuk mengatasi kesehatan, bencana secara mandiri. Out pengembangan desa siaga adaya kesadaran, kemauan dan kemampuan masyarakat untuk mengatasi kesehatan secara mandiri.
Bila berbicara tentang desa siaga, lanjutnua, tidak lepas dari forum kesehatan desa (FKD). Forum ini merupakan wadah partisipasi masyarakat dalam mengembangkan pembangunan berwawasan kesehatan di tingkat desa. “FKD ini merupakan motor penggerak dalam pengembangan desa siaga. Diharapakan dengan berfungsinya FKD, akan mempunyai daya ungkit terhadap keberhasilan desa siaga. Ponpes sendiri merupakan salah satu bentuk upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat yang potensinya besar. Sebagai agent of change dalam berperilaku hidup bersih dan sehat pada kelompok generasi muda” katanya.
Toyota Kijang Club Indonesia (TKCI) Purworejo memberikan bantuan berupa alat tulis sekolah, sembako dan pakaian pantas pakai kepada 30 orang pemulung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Jetis. Penyerahan secara simbolis oleh ketuanya, Duta Pamungkas, di halaman pos TPA belum lama ini. Hadir pada acara tersebut, kepala UPT Limbah dan IPL Mustangin dan Kepala Desa Jetis Karsoyo.
30 orang pemulung TPA Jetis itu, berasal dari beberapa desa seperti Desa Jetis, Bulus, Salam dan beberapa warga Kabupaten Magelang. Mereka setiap hari menggantungkan hidupnya dengan mengais barang bekas di lokasi tersebut.
Duta Pamungkas usai menyerahkan bantuan mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut merupakan program kerja organisasi yang dipimpinnya. Setidaknya ada dua progran kerja yang telah digariskan organisasi, yaitu bakti sosial dan peduli lingkungan. Kegiatan kali ini merupakan bentuk program kerja bakti sosial. Sedangkan program peduli lingkungan, rencananya akan melakukan penanaman pohon/reboisasi, namun saat ini musimnya belum tepat, karena menjelang musim kemarau.
Lebih jauh ia berharap melalui program kerja ini, nantinya bisa merubah image di masyarakat. Selama ini organisasi semacam itu dikenal dengan kesan hura-hura. “Kali ini saya buktikan bahwa TKCI peduli lingkungan. Memang organisasi kami masih muda dan kecil, karena baru beranggotakan 24 orang, yang berasal dari berbagai elemen masyarakat. Ada dari pengusaha, petani, pedagang dan lain-ain, yang tersebar di seluruh Kabupaten Purworejo. Namun demikian akan kami galang terus, bahkan kalau memungkinkan kedepan kami akan mendirikan panti jompo,” katanya.
Terkait pemberian bantuan itu, ia minta hendaknya masyarakat jangan melihat dari isi bantuan, namun lihatlah dari bentuk kepeduliannya. Sehingga terjalin tali silaturahmi keduanya, sebagai sesama umat ciptaan Tuhan.
Bupati Purworejo Drs H Mahsun Zain meresmikan penggunaan ruang kelas baru SMAN 8 Purworejo, Selasa (1/5). Pembangunan yang didanai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), diresmikan bertepatan dengan peringatan Lustrum IV SMAN 8.
Peringatan lustrum diawali upacara bendera dengan inspektur Bupati Purworejo, serta peresmian gedung yang ditandai penandatanganan prasasti dan pelepasan balon oleh inspektur upacara. Hadir dalam acara tersebut Wakil Ketua DPRD Muh Dahlan SE, Wakil Bupati Purworejo Suhar, Kepala Dinas Pendidikan Drs Bambang Ariyawan MM, ketua Dewan Pendidikan Karsito.
Disamping peresmian ruang kelas baru, juga diresmikan ruang laboratorium fisika, dan kantin kejujuran. Pengguntingan pita peresmian gedung baru oleh Bupati, kantin kejujuran oleh Wakil Ketua DPRD, dan laboratorium fisika oleh Wakil Bupati.
Ruang kelas baru berukuran 30 X 11 meter, terdiri dari tiga ruang kelas dan toilet. Pembangunan menelan biaya sekitar Rp 329 juta, bersumber dari APBN Rp 200 juta dan swadaya komite sekolah Rp 129 juta. Gedung laboratorium ukuran 16 X 9 meter, menelan biaya sekitar Rp 200 juta. Bersumber APBN Rp 140 juta dan swadaya komite sekolah Rp 60 juta. Sedangkan pendirian kantin kejujuan dimaksudkan untuk mendidik siswa berlaku jujur.
Untuk menyemarakkan peringatan, panitia telah menyusun berbagai agenda kegiatan yang dimulai bulan April hingga Mei 2012. Diantaranya volly ball tingkat SMP, pop song umum, tenis meja tingat SMP, pidato berbahasa Inggris tingkat SMP, sepeda santai, bazar, tasyakuran.
Bupati Mahsun Zain dalam amanatnya selaku inspektur upacara berpesan kepada para pendidik maupun siswa siswi SMA Negeri 8, untuk terus berupaya meningkatkan kualitas diri. Para guru hendaknya tak pernah bosan untuk belajar dalam memberikan pendidikan dan pengajaran yang terbaik bagi murid-muridnya. Sedangkan para siswa hendaknya terus memacu diri untuk mampu menerima dan mengembangkan pelajaran yang diterima dari para guru dengan sebaik-baiknya. Sehingga akan tercipta proses belajar mengajar yang kondusif, yang pada gilirannya akan meningkatkan kualitas pendidikan pada umumnya.
“Buktikan bahwa SMA Negeri 8 ini benar-benar merupakan sekolah yang mampu melahirkan generasi yang menguasai pendidikan duniawi dan ukhrowi, memiliki iptek dan imtaq, tanggap, tangguh dan tanggon dalam menghadapi tantangan jaman, dan pada gilirannya akan turut memberikan kontribusi yang signifikan dalam pembangunan,”katanya.
Pada periode tahun 2010 sampai 2035, bangsa kita dikarunai potensi sumber daya manusia, berupa populasi usia produktif yang jumlahnya luar biasa. Jika kesempatan emas yang baru pertama kalinya terjadi sejak Indonesia merdeka tersebut, dapat dikelola dan dimanfaatkan dengan baik, populasi usia produktif tersebut insya Allah akan menjadi bonus demografi yang sangat berharga .
Hal itu diungkapkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dalam amanatnya yang dibacakan Bupati Purworejo Drs H Mahsun Zain MAg selaku inspektur upacara Hari Pendidikan Nasional tingkat Kabupaten Purworejo, di alun-alun Purworejo, Rabu (2/5). Dalam upacara tersebut, dikukuhkan Yaminah Suhar SH, sebagai Bunda PAUD Kabupaten Purworejo. Selain itu juga diserahkan penghargaan kepada siswa, guru, kepala sekolah, pangawas dan tutor berprestasi.
Lebih lanjut dikatakan bahwa peran strategis pembangunan bidang pendidikan untuk mewujudkan hal itu, menjadi sangat penting. “Akan tetapi, sebaliknya, bukan mustahil kesempatan emas tersebut menjadi bencana demografi bila kita tidak dapat mengelolanya dengan baik,”katanya
Diungkapkan bahwa pada periode tahun 2010 sampai tahun 2035, kita harus melakukan investasi besar-besaran dalam bidang pengembangan sumber daya manusia (SDM) sebagai upaya menyiapkan generasi 2045, yaitu 100 tahun Indonesia merdeka. Oleh karena itu, harus disiapkan akses seluas-luasnya kepada seluruh anak bangsa untuk memasuki dunia pendidikan, mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD) sampai ke perguruan tinggi. “Tentu perluasan akses tersebut harus diikuti dengan peningkatan kualitas pendidikan, sekalipun kita semua memahami bahwa pendidikan itu adalah sistem rekayasa sosial terbaik untuk meningkatkan kesejahteraan, keharkatan dan kemartabatan,”katanya.
Untuk mempersiapkan generasi emas tersebut, menurutnya, telah disiapkan kebijakan yang sistematis, yang memungkinkan terjadinya mobilitas vertikal secara masif. Untuk itu, mulai tahun 2011 telah dilakukan gerakan pendidikan anak usia dini, penuntasan dan peningkatan kualitas pendidikan dasar, serta penyiapan pendidikan menengah universal (PMU) akan dimulai tahun 2013.
“Di samping itu, perluasan akses ke perguruan tinggi juga disiapkan melalui pendirian perguruan tinggi negeri di daerah perbatasan dan memberikan akses secara khusus kepada masyarakat yang memiliki keterbatasan kemampuan ekonomi, tetapi berkemampuan akademik,”ungkapnya.