Menu
RSS
Bekas Gedung SD Baledono IV Dibiarkan Mangkrak

Bekas Gedung SD Baledono IV Dibiark…

Sejak di regruping dengan...

Pemkab Berikan Penghargaan Untuk Masyarakat Berprestasi

Pemkab Berikan Penghargaan Untuk Ma…

Momen Hari Kebangkitan Na...

Wagub Rustriningsih  : Masalah Kesehatan Tidak Bisa Diselsaikan Satu Pihak

Wagub Rustriningsih : Masalah Kese…

Wakil Gubernur Provinsi J...

Bazar dan Lomba Warnai 8 Windu SMP Bruderan

Bazar dan Lomba Warnai 8 Windu SMP …

Berbagai kegiatan digelar...

TMMD Sengkuyung Dipusatkan di Desa Kalijering

TMMD Sengkuyung Dipusatkan di Desa …

Kegiatan TNI Manunggal Me...

PN Purworejo Gagal Eksekusi Tanah Sengketa

PN Purworejo Gagal Eksekusi Tanah S…

Pengadilan Negeri (PN) Pu...

Musik Hadroh Akan Diperlombakan di Harkop

Musik Hadroh Akan Diperlombakan di …

Dalam rangka memeriahkan ...

Tari Ndolalak Kolosal Meriahkan Hardiknas

Tari Ndolalak Kolosal Meriahkan Har…

Sekitar 500 penari ndolal...

Purworejo Mendapat Opini WTP

Purworejo Mendapat Opini WTP

Kerja keras jajaran Pemer...

FASI Tahun 2013 Semarak

FASI Tahun 2013 Semarak

Kekhawatiran tidak suskse...

Prev Next

Musik Hadroh Akan Diperlombakan di Harkop

Dalam rangka memeriahkan Hari Koperasi (Harkop) ke 66 tahun 2013, panitia akan mengadakan lomba kesenian. Musik hadroh berpeluang besar ikut diperlombakan dalam rangka Harkop ke 66 tahun 2013 Kabupaten Purworejo. Mengingat hampir semua desa memiliki grup musik yang bernuansa Islami itu.

Hal tersebut terungkap dalam rapat pembentukan panitia peringatan Harkop, belum lama ini, di gedung Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Purworejo, jl Kyi Brengkel. Hadir pada acara tersebut, Ketua Dekopinda Purworejo H Imam Abu Yusuf SH, Kabid Koperasi dan UKM pada Disperindagkop Kenik Wahyuningsih SH, dan seluruh ketua gerakan koperasi di Kabupaten Purworejo.

Musik hadroh, menarik perhatian panitia untuk ikut diperlombakan, dengan berbagai pertimbangan. Diantaranya, hampir semua desa memiliki grup musik tersebut. Saat ini ibu-ibu sangat antusias berlatih alat musik tersebut, bahkan dalam satu desa ada yang memiliki lebih dari satu grup. Peringatan agar benar-benar tepat sasaran yaitu masyarakat luas, sebagai upaya sosialisasi perkoperasian.

Untuk peserta, panitia belum ada keputusan. Apakah seluruh wilayah Kabupaten Purworejo, atau hanya se eks Kawedanan Kemiri. Mengingat peringatan ini kali, akan dipusatkan di Kecamatan Kemiri. Terkait masalah teknis perlombaan, mekanisme penilaian dan para juri, penitia menunjuk ketua koperasi yang bernaung di Kantor Kementrian Agama. Panitia menilai Kantor Kementrian Agama lebih memahami hal tersebut. Panitia rencananya akan memberikan tropi dan hadiah berupa uang pembinaan kepada para juara.

Kegiatan lain antara lain, gerak jalan masal. Peserta terbuka untuk umum, dan tidak dipungut biaya. Panitia akan menyediakan berbagai hadian dan puluhan dor prize. Kemudian pasar murah, yang rencana akan digelar selama tiga hari. Pada acara tersebut, juga akan diserahkan sekitar 400 paket sembako gratis kepada masyarakat kurang mampu. Calon penerima akan dikoordinasikan dengan para kepala desa setempat. Untuk kebutuhan pasar murah, panitia akan menyediakan 40 kapling secara cuma-cuma, kecuali sponsor. Peserta dari UMKM dan koperasi dipersilahkan memanfaatkan hal tersebut untuk mempromosikan produknya.

Pada kesempatan tersebut, H Imam Abu Yusuf, yang saat ini juga menjadi salah satu pengurus Dekopinwil Jateng, meminta agar kegiatan dalam rangka peringatan Harkop tahun ini lebih simpel, tetapi mengena sasaran. Setidaknya memegang tiga prinsp, yaitu efisien, ekonomis dan efektif. Kegiatan tidak terlalu mewah, cukup sederhana tapi tidak mengurangi makna. Panitia hendaknya melibatkan masyarakat luas, sebagai ajang sosialisasi perkoperasian.

Lebih jauh ia mengungkapkan bahwa, semenjak dilakukannya amendemen UUD 1945 hingga keempat kalinya, keberadaan koperasi seperti dibonsai. Saat amandemen ketiga kalinya, koperasi masih tercantum kendati di dalam pasal penjelasan. Namun setelah amandemen ke empat, koperasi semakin tidak jelas lagi. “Hingga yang terjadi dilapangan, tidak adanya satu pun bidang usaha yang menguasai hajat hidup orang banyak yang diserahkan koperasi.

Saat ini, koperasi harus bersaing dengan badan-badan usaha milik swasta. Hal ini menunjukkan bahwa sistem perekonomian Indonesia mengarah ke kapitalis. Bukan ekonomi kerakyatan lagi. Padahal bentuk bangun yang cocok untuk perkonomian Indonesia yaitu koperasi. “Sehingga dalam peringatan kali ini, saya harap melibatkan masyarakat banyak, sebagai ajang sosialisasi perkoperasian. Harapannya agar koperasi kedepan tidak diambil alih kaum kapitalis” pintanya.

 

 

Read more...

Lomba Sambal Terasi Hari Kartini

Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unit Setda Purworejo memeriahkan peringatan Hari Kartini dengan lomba membuat sambal terasi. Lomba sambal terasi ala DWP itu sekaligus  dirangkai dengan kegiatan rapat rutin DWP Setda, yang diselenggarakan di ruang Arahiwang Setda beberapa waktu lalu.

Lomba diikuti 9 peserta dengan menampilkan pembuatan sambal terasi berbeda-beda sesuai dengan kreasinya. Ada sambal terasi dengan cabe bakar, sambal cabe goreng, sambal cabe rebus, sambal cabe mentah, dan sambal cabe hijau. Lomba sambal terasi ala DWP terlihat sangat meriah, karena Ibu-Ibu harus menguleg sambal sendiri-sendiri.

Menurut Ketua DWP Unit Setda Ny Sri Yuni Astuti Tri Handoyo, melalui lomba dalam rangka memperingati Hari Kartini ini, diharapkan agar kita selalu mengenang dan menghargai akan jasa-jasa Kartini yang telah memperjuangkan kaum wanita untuk lebih maju. “Tentu kita harus mempunyai tanggungjawab untuk meneruskan perjuangannya. Seperti yang telah dilakukan DWP, diantaranya pemberdayaan perempuan dalam hal SDM, peningkatan pengetahuan dibidang tehnologi informasi, dan berbagai pelatihan untuk peningkatan kesejahteraan perempuan,” ungkapnya.

Melalui lomba seperti ini atau lomba yang lain diharapkan bisa terjalin lebih baik lagi antar anggota DWP dan juga dengan karyawati. “Jangan hanya kalau lomba saja menghadiri pertemuan rutin DWP tetapi yang lebih penting kehadiran Ibu-Ibu dalam setiap rapat rutin sangat dinantikan. Sehingga bisa terjalin silaturahmi dan tentu bermanfaat bagi kita,” harap Ny Tri Handoyo yang juga menjabat Ketua DWP Kabupaten Purworejo.

Pada kesempatan yang sama juga dilaksanakan perkenalan Ny Faturohman dan Ny Kasinu sebagai anggota DWP baru di DWP unit Setda, serta ucapan pamitan dari Ny Tri Edi yang suaminya telah purna tugas.

Ketua Penyelenggara Ny Purwasih Sigit Budi Mulyanto mengatakan peserta lomba berjumlah 9 kelompok terdiri dari 9 bagian Setda. Masing-masing peserta membawa bahan mentah dengan ketentuan harga senilai 25 ribu rupiah. Lalu peserta secara bersama-sama membuat sambal terasi sesuai selera dan dihidangkan tanpa pendamping. Yuri yang terdiri tiga orang Mujiyani SKM, Ny Dwi, dan Ny Karsiyadi langsung melakukan penilaian. Yuripun terlihat kepedasan karena harus mencicipi 9 sambal terasi yang ada.

Menurut Mujiyani penilaian berdasar tiga kriteria antara lain kebersihan, sajian, dan rasa. Untuk sajian harus memperhatikan tempat sambal yang digunakan, artinya tidak boleh memakai tempat yang terbuat dari plastik, melamin dan sejenisnya, karena akan berbahaya bagi kesehatan. Usai penilaian Yuri mengumumkan pemenangnya antara lain juara I Bagian Umum, disusul Bagian Prasarana Fisik dan Bagian Humas. Sedang harapan I Bagian Adminstrasi Pembangunan.

 

Read more...

Sabrina Maria Goretty Roro Kabupaten Purworejo 2012: Ingin Kenalkan Obyek Wisata Melalui Anak-Anak

Setelah terpilih sebagai Roro Kabupaten Purworejo Tahun 2012, Sabrina Maria Goretty kini disibukkan dengan berbagai  kegiatan. Mulai dari persiapan diajang yang sama di Semarang, hingga program sosialisasi aset wisata di Kabupaten Purworejo. Sebab itu putri pertama dari tiga bersaudara pasangan Agus Darmaji dan Winarsih ini mengaku harus pandai-pandai mengatur waktu.

 

Apalagi saat ini Sabrina sedang KKN di Purbalingga. “Kegiatannya sangat padat, jadi harus pintar membagi waktu antara kuliah dan kegiatan Roro,” ungkap Sabrina yang kuliah di Unsud mengambil falkutas hukum. Disinggung tentang keikut sertaanya pada Bagus Roro Kabupaten Purworejo 2012 hngga memenangi ajang tersebut Sabrina mengaku semua itu tidak pernah diduga sebelumnya.

 

Menurut pemilik tinggi badan 168 cm dan berat 57 kg ini semua itu berkat dukungan dari kedua orang tuanya, khususnya sang ibu. “Awalnya saya tidak begitu tertarik, tapi karena ibu terus menerus menyuruh dan memberi motivasi sekaligus mengambilkan formulir pendaftaran akhirnya ikut juga,” ucap gadis manis yang bercita-cita menjadi notaris itu. Setelah berhasil lolos pada sejumlah seleksi dan beberapa tahapan, Sabrina pun kemudian berhak tampil dalam malam Grand Final Bagus Roro yang digelar di Gedung Wanita Purworejo Kamis (22/6).  

 

Pada malam final, Sabrina mampu menyisihkan kontestan lainya dan dinobatkan sebagai Roro Kabupaten Purworejo tahun 2012 sekaligus dianugerahi sebagai Duta Perbankan. Sebagai Roro atau Duta Wisata, tentu saja tugas sabrina mengenalkan dan mengangkat citra pariwisata di Kabupaten Purworejo. Untuk itu, Sabrina mengaku sudah mempunyai strategi dalam mengangkat potensi wisata di kota berirama ini.

 

Salah satunya mengenalkan pariwisata melalui anak-anak. “Caranya bekerjasama dengan Dinas Pendidikan untuk membuat program agar anak-anak kecil secara berkala dijadwal untuk mengunjungi obyek wisata yang ada di Purworejo,” katanya. Dengan program tersebut, kata Sabrina, image anak-anak terhadap obyek wisata di Kabuapten Purworejo akan positif. “Rasanya memprihatinkan jika anak-anak kecil sangat hapal dengan obyek wisata di lauar daerah. Sementara obyek wisata di daerahnya sendiri justru tidak tahu,” tambahnya.

 

Disamping itu juga Sabrina akan berupaya menggandeng dinas terkait untuk membuat sejumlah desa agro wisata. “Saya juga akan berusaha mengajak pihak ke tiga atau pemodal asal Purworejo di luar kota agar mau berinvestasi dan mengangkat wisata di daerahnya,” tambahnya.

 

Menyoal kesiapannya untuk maju pada Pemilihan Duta Wisata di Semarang, Sabrina mengaku saat ini dirnya tengah melakukan sejumlah persiapan. Diantaranya memperdalam penguasaan bahasa inggris dan belajar tari Dolalak di Sanggar Prigel. Dengan dukungan dari masyarakat, paguyuban Bagus Roro Kabupaten Purworejo 2012 serta EO Sparkling, Sabrina optimis bisa memberikan yang terbaik untuk Purworejo. ‘Untuk itu saya minta doa restu dan dukungan dari masyarakat agar saya bisa mengharumkan nama Kabupaten Purworejo,” pintanya.

 

Read more...

Pemilihan Bagus Roro Purworejo Kembali Digelar

Dinas Perhubungan, Komunikasi, Informasi dan Pariwisata (Dishubkominpar) Kabupaten Purworejo, akan kembali menggelar even tahunan berupa Pemilihan Bagus dan Roro Duta Wisata Kabupaten Purworejo Tahun 2012. Pendaftaran telag dibuka sejak 7 Mei  lalu hingga 14 Juni mendatang. Sedangkan grand final, rencananya akan digelar 21 Juni di Gedung Wanita A Yani.

 

Syarat-syarat pendaftaran antara lain WNI dan ber KTP Purworejo, berusia 17 – 24 tahun dan belum menikah. Tinggi badan untuk putri minimal 163 cm dan putra 165 cm, serta mampu berbahasa Jawa, bahasa Indonesia dan bahasa Inggrs dengan baik. Selain itu juga harus menyerahkan sejumlah dokumen, antara lain fotocopy KTP atau identitas lain, fotocopy akte kelahiran, surat ijin orangtua, surat keterangan berbadan sehat dari dokter, serta foto seluruh badan terbaru ukuran postcard sebanyak 2 lembar berikut softcopynya.

 

Sedangkan tempat pendaftaran ada di kantor Dishubkominpar  Jl Gajah Mada Km 7 telp (0275) 321148 pada setiap hari kerja. Informasi contact person bisa menghubungi Woro (08121579111), Andri (081229388767), dan Tarti (081325773724). 

Read more...