Menu
RSS
Bazar dan Lomba Warnai 8 Windu SMP Bruderan

Bazar dan Lomba Warnai 8 Windu SMP …

Berbagai kegiatan digelar...

TMMD Sengkuyung Dipusatkan di Desa Kalijering

TMMD Sengkuyung Dipusatkan di Desa …

Kegiatan TNI Manunggal Me...

PN Purworejo Gagal Eksekusi Tanah Sengketa

PN Purworejo Gagal Eksekusi Tanah S…

Pengadilan Negeri (PN) Pu...

Musik Hadroh Akan Diperlombakan di Harkop

Musik Hadroh Akan Diperlombakan di …

Dalam rangka memeriahkan ...

Tari Ndolalak Kolosal Meriahkan Hardiknas

Tari Ndolalak Kolosal Meriahkan Har…

Sekitar 500 penari ndolal...

Purworejo Mendapat Opini WTP

Purworejo Mendapat Opini WTP

Kerja keras jajaran Pemer...

FASI Tahun 2013 Semarak

FASI Tahun 2013 Semarak

Kekhawatiran tidak suskse...

Kapolres Purworejo Resmikan Pos Kamling

Kapolres Purworejo Resmikan Pos Kam…

Masalah keamanan tidak bi...

Lomba Sambal Terasi Hari Kartini

Lomba Sambal Terasi Hari Kartini

Dharma Wanita Persatuan (...

Prev Next

Idealnya Seorang Petugas KB Tangani 1.000 PUS

Seorang petugas Keluarga Berencana (KB) idealnya menangani 1.000 PUS (Pasangan Usia Subur). Tetapi di Purworejo banyak PLKB (Petugas Lapangan Keluarga Berencana) yang menangani 1.500 sampai dengan 2.000 PUS, kata Kepala Dinas Keluarga Berencana Kabupaten Purworejo Drs, Muh Wuryanto MM. Sehingga saat ini terasa masih kurang tenaga PLKB terutama di wilayah Kecamatan Purworejo dan Kutoarjo. Setelah rakerda KB Prov. Jateng maka Dinas KB Purworejo juga akan menindak lanjuti menyelenggarakan Rakerda untuk mengevaluasi hasil kerja 2010 dan rencana kerja 2011. Pada tahun 2010 di Kabupaten Purworejo terdapat 16.400 PUS dan telah mencapai target 100 %.

 

Dari data yang sudah masuk ke Dinas KB, pada tahun 2011 ini terdapat 16.600 PUS yang harus ditangani. Guna mempercepat pencapaian target, Dinas KB Purworejo bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dan RSUD akan melatih para dokter dan bidan untuk memasang IUD dan implant. Sesuai rencana, lokasi latihan di RSUD Saras Husada Purworejo. Jumlah dokter dan bidan yang dilatih cukup banyak, tutur Wuryanto.

 

Karena dokter yang akan dilatih terbagi atas tiga angkatan dan masing-masing angkatan 15 orang, Sedang bidan terbagi menjadi enam angkatan dan masing-masing angkatan 20 orang. Dokter dan bidan yang berhak pasang IUD serta implant bila sudah punya sertifikat P2KP (Pusat Pelatihan Kesehatan Primer). Dalam pelatihan juga akan diselenggarakan praktek sehingga Dinas KB harus mengirim calon akseptor KB IUD dan Imlan ke tempat pelatihan.

 

Bagi dokter yang sudah ikut latihan diberi ketrampilan selama dua bulan untuk menangani 8 akseptor KB. Bila tercapai, dokter bersangkutan banyak menerima sertifikat P2KP. Kata Ka Dinas KB yang mengatakan juga kalau latihan tersebut akan diselenggarakan pada Maret 2011. (Atas Ds)

back to top