Menu
RSS
Bekas Gedung SD Baledono IV Dibiarkan Mangkrak

Bekas Gedung SD Baledono IV Dibiark…

Sejak di regruping dengan...

Pemkab Berikan Penghargaan Untuk Masyarakat Berprestasi

Pemkab Berikan Penghargaan Untuk Ma…

Momen Hari Kebangkitan Na...

Wagub Rustriningsih  : Masalah Kesehatan Tidak Bisa Diselsaikan Satu Pihak

Wagub Rustriningsih : Masalah Kese…

Wakil Gubernur Provinsi J...

Bazar dan Lomba Warnai 8 Windu SMP Bruderan

Bazar dan Lomba Warnai 8 Windu SMP …

Berbagai kegiatan digelar...

TMMD Sengkuyung Dipusatkan di Desa Kalijering

TMMD Sengkuyung Dipusatkan di Desa …

Kegiatan TNI Manunggal Me...

PN Purworejo Gagal Eksekusi Tanah Sengketa

PN Purworejo Gagal Eksekusi Tanah S…

Pengadilan Negeri (PN) Pu...

Musik Hadroh Akan Diperlombakan di Harkop

Musik Hadroh Akan Diperlombakan di …

Dalam rangka memeriahkan ...

Tari Ndolalak Kolosal Meriahkan Hardiknas

Tari Ndolalak Kolosal Meriahkan Har…

Sekitar 500 penari ndolal...

Purworejo Mendapat Opini WTP

Purworejo Mendapat Opini WTP

Kerja keras jajaran Pemer...

FASI Tahun 2013 Semarak

FASI Tahun 2013 Semarak

Kekhawatiran tidak suskse...

Prev Next

Bekas Gedung SD Baledono IV Dibiarkan Mangkrak

Sejak di regruping dengan Sekolah Dasar (SD) Negeri  Baledono III sekitar tahun 2005, bekas gedung SDN IV Purworejo atau yang lebih dikenal SD Inpres kini kondisinya memprihatinkan. Bangunan gedung SD yang terletak di kelurahan Baledono, Kecamatan/Kabupaten Purworejo tersebut sebagian sudah ambruk dan tidak bisa dipakai lagi. Dari enam lokal yang ada dua diantaranya atapnya ambrol. Sedang lokal lainya juga sudah rusak parah dan rawan ambruk.

Namun demikian hingga kini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo belum mengambil tindakan. Padahal, jika hal kondisi dibiarkan berlarut-larut akan membahayakan warga sekitar. Bahkan tidak menutup kemungkinan dapat membahayakan jiwa warga yang rumahnya berdekatan dengan sekolah itu. “Jika ada hujan deras dan angin kami takut dan was-was gedung itu roboh menimpa rumah warga,” kata salah seorang warga yang rumahnya berdekatan dengan sekolah itu.

Sementara itu, Kepala Bidang Sarana Prasarana Pendidikan Dasar Dinas pendidikan dan Kebudayaan Purworejo, Sri Suharni mengatakan, sampai saat ini eks gedung SDN IV Baledono belum diserahkan kepada pihaknya oleh SDN Baledono III selaku pengelolanya. Karena belum ada penyerahaan maka pihaknya menganggap sekolah tersebut masih dipergunakan pihak sekolah. “Selama belum diserahkan oleh pihak pengelola maka kami menganggap gedung itu masih digunakan pihak sekolah,” jelasnya.

Sri Suharni mengatakan, aset sekolah hasil regruping tetap menjadi tanggung jawab pihak pengelola selama belum diserahkan ke Dinas Pendidikan dan Kebuadayaan Purworejo. “Namun jika sudah diserahkan akan kami teruskan ke bagian umum Dinas pendidikan agar diinventarisir,” ucapnya.

Read more...

Pemkab Berikan Penghargaan Untuk Masyarakat Berprestasi

Momen Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) Tahun 2013, digunakan Pemerintah Kabupaten Purworejo untuk memberikan penghargaan kepada masyarakat berprestasi. Penghargaan berupa uang itu, diserahkan Bupati Purworejo Drs H Mahsun Zain MAg, pada upacara  Harkitnas di alun-alun Purworejo, Senin (20/5).

Penghargaan masyarakat berprestasi tahap I ini, diberikan kepada 25 orang/regu, dengan jumlah total Rp 42 juta.  Masing-masing jumlahnya variatif, sesuai dengan level dan peringkat kejuaraan.

Penghargaan diberikan antara lain kepada Ngaderi yang meraih juara 2 nasional lomba petugas operasional dan pemeliharaan jaringan irigasi dan rawa, berupa uang senilai Rp 3 juta. Sedangkan Yogi Nurwidiatmoko  yang meraih juara 3 nasional kejuaraan tenis meja, mendapat uang Rp 2,5 juta. Selain keduanya, 23 orang lainnya yang meraih juara I sampai III tingkat Provinsi Jawa Tengah. Juara I mendapat Rp 2 juta, juara II Rp 1,5 juta dan juara III Rp 1 juta.

Bupati Purworejo dalam sambutannya membacakan sambutan Menkominfo Tifatul Sembiring mengajak untuk mengenang kembali bagaimana semangat perjuangan The Founding Fathers kita, agar diambil sebagai teladan bagi generasi muda. Mereka telah berjuang tanpa pamrih, penuh pengorbanan, kesabaran dan keberanian mengusir penjajah dari bumi pertiwi ini.

“Bagaimana para pejuang telah berhasil membangun kebersamaan dan persatuan antar elemen bangsa. Mengedepankan dialog yang kontruktif bagi pemecahan persoalan bangsa yang dihadapi kala itu. Sehingga problem-problem pelik dibidang, ekonomi maupun sosial ini dapat terpecahkan,” katanya.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi pada abad ke-21 ini bukan lagi dalam bentuk penjajahan, tetapi berupa globalisasi. “Akan diuji daya saing dan keunggulan bangsa ini ditengah-tengah ajang kompetisi antar bangsa. Kondisi dimana tapal batas antar negara seolah pupus. Dimensi ruang dan waktu seakan runtuh. Dunia seakan terasa datar, menjadi satu kesatuan,” ungkapnya.

 

 

Read more...

Bazar dan Lomba Warnai 8 Windu SMP Bruderan

Berbagai kegiatan digelar dalam rangka peringatan 8 Windu SMP Bruderan Purworejo. Diantaranya lomba nyanyi, lomba melukis dan pentas seni. Kegiatan yang dipusatkan di aula sekolah setempat itu digelar selama dua hari, tanggal 18 – 19 Mei 2013. Peringatan 8 Windu SMP Bruderan Purworejo dengan tema “Kasih Dalam Budaya Indonesia “ juga dimeriahkan dengan bazar buku dan aneka makanan.

Kepala SMP Bruderan Purworejo, Pterus Sutanto, S.Pd mengatakan, dalam usia 8 windu kini SMP Bruderan bisa dibilang tidak muda lagi. Namun demikian sekolah yang menganut budaya kasih itu masih tetap eksis meski tak segermelap dulu. “Yang patut dibanggakan dari sekolah ini adalah spirit of charity yang dibangun antar semua keluarga besar SMP Bruderan,” kata Petrus Sutanto.

Menurutnya, melalui momentum dan semangat 8 Windu dia akan terus berusaha meningkatkan kualitas pendidikan di SMP Bruderan. “Pendidikan yang kami tawarkan tidak hanya sekedar mengedepankan aspek kognitif saja, melaikan juga menyangkut kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual dan kecerdasan etika,” tambah Petrus.

Sementara itu, Bupati Purworejo Mahsun Zain mengatakan, sejak berdirinya sampai sekarang SMP Bruderan merupakan salah satu aset berharga bidang pendidikan di Kabupaten Purworejo. Dalam usianya yang telah mencapai 64 tahun, SMP Bruderan Purworejo sudah banyak melahirkan orang-orang sukses di bidangnya masing-masing. “Seiring bertambahnya usia, kita berharap eksistensi SMP Bruderan Purworejo akan semakin kokoh,” kata Mahsun Zain.

Yang menarik, sewaktu berangkat untuk menghadiri Peringatan 8 Windu, Bupati Purworejo berjalan kaki dari Pendopo Kabupaten menuju SMP Bruderan dengan diiringi Drum Band sekolah. Dalam kesempatan itu bupati juga berkenan menyaksikan atraksi Drum Band SMP Bruderan yang terkenal kompak dan rancak dalam memainkan irama.

 

 

 

Read more...

Tari Ndolalak Kolosal Meriahkan Hardiknas

Sekitar 500 penari ndolalak, memeriahkan upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2013 tingkat Kabupaten Purworejo, yang digelar di alun-alun Purworejo, Kamis (2/5). Selain itu, juga dilakukan penyerahan penghargaan Satya Lencana Karya Satya kepada 20 PNS, penghargaan guru berprestasi, serta pengukuhan bunda PAUD dari 16 kecamatan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Purworejo Drs H Mahsun Zain MAg bertindak selaku inspektur upacara, yang juga dihadiri unsur Forum Pimpinan Daerah dan tamu undangan. Sedangkan peserta upacara terdiri dari para siswa dari semua jenjang pendikan, serta dari unsur dinas/instansi.

Dalam sambutannya yang dibacakan Bupati Purworejo, Menteri Pendidikan dan  Kebudayaan Muhammad Nuh, menyampaikan permintaan maaf secara terbuka atas persoalan penyelenggaraan Ujian Nasional tahun pelajaran 2012/2013. “Hal ini harus kita jadikan sebagai pelajaran yang sangat berharga dalam memberikan layanan pendidikan kepada masyarakat,” katanya.

Diungkapkan pula bahwa sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pendidikan, mulai tahun pelajaran 2013/2014 akan diterapkan Kurikulum 2013 untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah secara bertahap dan terbatas. Bertahap, berarti kurikulum tidak diterapkan di semua kelas di setiap jenjang, tetapi hanya di kelas 1 (satu) dan kelas 4 (empat) untuk jenjang SD, dan kelas 7 (tujuh) untuk SMP, serta kelas 10 (sepuluh) untuk SMA dan SMK. Terbatas diartikan bahwa jumlah sekolah yang melaksanakannya disesuaikan dengan tingkat kesiapan sekolah.

Kurikulum 2013 ini menurutnya, dirancang untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi pengetahuan, keterampilan, dan sikap secara utuh. “Hal ini penting dalam rangka antisipasi kebutuhan kompetensi abad 21 dan menyiapkan generasi emas 2045,” tandasnya.

 

Read more...