Menu
RSS
Bazar dan Lomba Warnai 8 Windu SMP Bruderan

Bazar dan Lomba Warnai 8 Windu SMP …

Berbagai kegiatan digelar...

TMMD Sengkuyung Dipusatkan di Desa Kalijering

TMMD Sengkuyung Dipusatkan di Desa …

Kegiatan TNI Manunggal Me...

PN Purworejo Gagal Eksekusi Tanah Sengketa

PN Purworejo Gagal Eksekusi Tanah S…

Pengadilan Negeri (PN) Pu...

Musik Hadroh Akan Diperlombakan di Harkop

Musik Hadroh Akan Diperlombakan di …

Dalam rangka memeriahkan ...

Tari Ndolalak Kolosal Meriahkan Hardiknas

Tari Ndolalak Kolosal Meriahkan Har…

Sekitar 500 penari ndolal...

Purworejo Mendapat Opini WTP

Purworejo Mendapat Opini WTP

Kerja keras jajaran Pemer...

FASI Tahun 2013 Semarak

FASI Tahun 2013 Semarak

Kekhawatiran tidak suskse...

Kapolres Purworejo Resmikan Pos Kamling

Kapolres Purworejo Resmikan Pos Kam…

Masalah keamanan tidak bi...

Lomba Sambal Terasi Hari Kartini

Lomba Sambal Terasi Hari Kartini

Dharma Wanita Persatuan (...

Prev Next

Pelaksanaan Tanggap Darurat Dilakukan Bersama Masyarakat

Pelaksanaan Tanggap Darurat Dilakukan Bersama Masyarakat

Tanggap darurat penanganan bencana di beberapa titik di Kabupaten Purworejo, telah dilaksanakan sejak beberapa hari lalu. Penanganan dilakukan bersama-sama masyarakat dengan memasang karung berisi tanah. Penanganan dilakukan oleh satker yang membidangi, dikoordinir Kantor Kesbangpol Linmas. Hal tersebut terungkap dalam rapat koordinasi penanganan bencana, Sabtu (7/1), dipimpin Sekretaris Daerah Drs Tri Handoyo MM, di ruang rapat Otonom. Rapat diikuti pimpinan dinas insansi terkait. Kepala Bidang Perencanaan pada Dinas Pekerjaan Umum Bambang Siswanto mengungkapkan, pihaknya bersama-sama masyarakat telah mengambil langkah-langkah penanganan. Diantaranya di Desa Nglaris, titik longsor dipasang karung berisi tanah, untuk menahan tanah diatasnya. Kemudian diberi papan-papan untuk memudahkan kendaraan melalui ruas jalan yang longsor tersebut. Selain itu, menutup retakan tanah dengan pasir dan kapur. 

 

Pihaknya merasa keberatan dengan rencana Dinas Perhubungan, Komunikasi Informasi dan Pariwisata (Dishubkominfopar), yang akan mengalihkan jalur Wonosobo-Purworejo melalui ruas jalan desa tersebut. Pertimbangannya, jalan tersebut tidak mampu untuk menahan beban berat. Lagi pula kondisi jalan sudah turun sekitar 25 cm. Ruas jalan hanya bisa dilalui kendaraan roda empat, atau enam dengan beban ringan. Ia menyetui pengalihan jalur Purworejo-Wonosobo melalui Kepil-Bruno, atau Kretek-Magelang.

 

“Akibat longsor di Burat, yang belum saya lakukan survey terhadap gangguan pasokan air bersih di Purworejo. Karena Desa Kemiri dan Redin, pasokan air bersihnya melalui ruas jalan tersebut. Penanganan selanjutnya rencananya akan dilakukan dengan memasang bronjong kawat. Untuk Desa Sukowuwuh belum tertangani. Informasi terakhir juga terjadi di Desa Keburuhan, namun kami belum melakukan peninjauan” katanya.

 

Hal senada juga disampaikan Ir Susanto, Kepala Dinas Pengairan Kabupaten Purworejo, selama tanggap darurat pihaknya bekerja sama dengan masyarakat setempat memperbaiki saluran irigasi yang rusak, dengan memasang karung. Dinas Pengairan membantu karung, masyarakat yang mengerjakan. 1000 karung untuk Kecamatan Kemiri, 500 karung untuk saluran Kedung Putri, dan 1000 karung untuk Kecamatan Bayan.

 

Kerusakan terjadi daerah irigasi (DI) kali Butek. Apabila dalam waktu satu minggu belum tertangani, dimungkinkan petani di sepanjang aliran tersebut gagal panen. Saat ini umur padi sudah satu minggu, bila satu minggu lagi tidak terairi, tanaman bisa mati.  Bendungan terletak di wilayah Salaman Magelang, namun wilayah pengairan meliputi Kabupaten Purworejo. Sementara saluran yang longsor sepanjang sekitar 40, berada di wilayah Kecamatan Bener. “Kemungkinan harus dilakukan dengan menggunakan pralon, atau talang, sehingga air bisa mengalir,” katanya.

 

Longsor juga terjadi di Desa Pogung Kalangan dan Pogungrejo. Untuk sementara tanggul ditutup dengan karung. Dibelakangnya dipasang bronjong kawat. Mengingat kebutuhan dana cukup tinggi, akan dimintakan bantuan ke Balai Besar Wilayah Serayu Opak.

 

Sekda Tri Handoyo menegaskan bahwa selama tanggap darurat, penanganan bencana dilakukan oleh satker masing-masing di bawah koordinasi Kantor Kesbangpol Linmas. Sedangkan untuk korban rumah, pos bantuan berada di kantor Kesbangpol Linmas. Bantuan maksimal Rp 2 juta.

 

Kepada Dishubkominfopar, Sekda minta agar segera memasang rambu-rambu tonase jalan. Menurutnya, saat ini Pemda sedang membangun jalan, tetapi kelemahannya tidak semua jalan dipasang rambu tonase. Sehingga banyak jalan yang dilalui kendaraan melebihi kelas jalan, yang mengakibatkan jalan mudah rusak.

back to top