Menu
RSS
TMMD Sengkuyung Dipusatkan di Desa Kalijering

TMMD Sengkuyung Dipusatkan di Desa …

Kegiatan TNI Manunggal Me...

PN Purworejo Gagal Eksekusi Tanah Sengketa

PN Purworejo Gagal Eksekusi Tanah S…

Pengadilan Negeri (PN) Pu...

Musik Hadroh Akan Diperlombakan di Harkop

Musik Hadroh Akan Diperlombakan di …

Dalam rangka memeriahkan ...

Tari Ndolalak Kolosal Meriahkan Hardiknas

Tari Ndolalak Kolosal Meriahkan Har…

Sekitar 500 penari ndolal...

Purworejo Mendapat Opini WTP

Purworejo Mendapat Opini WTP

Kerja keras jajaran Pemer...

FASI Tahun 2013 Semarak

FASI Tahun 2013 Semarak

Kekhawatiran tidak suskse...

Kapolres Purworejo Resmikan Pos Kamling

Kapolres Purworejo Resmikan Pos Kam…

Masalah keamanan tidak bi...

Lomba Sambal Terasi Hari Kartini

Lomba Sambal Terasi Hari Kartini

Dharma Wanita Persatuan (...

Pelayanan KB Gratis Diminati Masyarakat

Pelayanan KB Gratis Diminati Masyar…

Pelayanan pemasangan alat...

Prev Next

Forkare Antisipasi Kekerasan Pelajar

Forkare Antisipasi Kekerasan Pelajar

Forum Komuniaksi Anak Kabupaten Purworejo (Forkare) yang dideklarasikan Juli 2012 lalu, telah melakukakan berbagai kegiatan. Diantaranya mengadakan lomba poster tentang hak anak, mengadakan lomba geguritan, serta mengadakan sepeda santai. Dan kegiatan yang baru dilaksanakan adalah seminar pelajar ketua OSIS, di pendopo kabupaten, Rabu (10/4). Seminar yang mengambil tema “Pelajar Purworejo bebas kekerasan” dihadiri Bupati, Kadin P dan K, unsur Polres, dan dinas instansi terkait.

 Bupati Purworejo Drs H Mahsun Zain MAg mengatakan kekerasan di tingkat pelajar biasanya karena miskomunikasi atau kurang menjalin keharmonisan diantara para pelajar. Belum lagi diera global ini tersedianya informasi yang bebas, bisa diakses kapan saja melalui internet. Era global akan membawa perubahan yang mendasar baik sosial, politik, budaya dan sebagainya.

“Jika mengikuti perubahan yang baik, anak-anak akan menjadi generasi muda yang menyongsong masa depan bangsa dengan prestasi-prestasi. Tetapi jika yang diikuti perubahan yang tidak baik, pasti akan tersesat. Untuk itu para pelajar pandai-pandailah menentukan langkah positif demi masa depan bangsa juga masa depan diri sendiri,” pesannya.

Termasuk dengan adanya Forkare, menurutnya harus digunakan untuk membentuk generasi muda yang berprestasi. Bupati sangat respon dengan adanya kegiatan tersebut, karena akrabnya para ketua OSIS di Purworejo, menjadikan sejuk dan tenang minimal tidak ada tawuran.

Hal senada dikatakan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Drs Bambang Aryawan MM, bahwa pelajar bisa menjadi pribadi yang memiliki kecerdasan, sehat, kreatif, mandiri, demokratis dan bertanggungjawab. Untuk mewujudkan hal itu harus memiliki jiwa spiritualis. “Artinya setiap langkah didasari dengan olah hati, olah rasa, olah pikir, dan olah raga. Selalu memegang nilai-nilai keagamaan dan memberi contoh pada teman-teman sekolah, lingkungannya maupun teman-teman sekolah lain,” katanya.

Ipda Saptohado SPd MH dari Polres Purworejo menngungkapkan, pelajar memang rentan akan tindak kerasan baik dilingkungan sekolah maupun diluar sekolah. Seperti yang sering disaksikan di televise, maraknya anak-anak sekolah yang tawuran menjadi salah satu bukti pelajar mudah mengambil tindakan anarkis. Tidak hanya merusak fasilitas sekolah maupun fasilitas umum, bahkan melukai fisik yang jadi korban.

“Meskipun hanya sebagian atau beberapa anak sekolah yang terlibat dalam tindak kekerasan, tetapi kenyatan-kenyataan tersebut sebagai gambaran untuk semua pihak bisa menjadikan itu sebuah pelajaran untuk mengendalikan tindak kekerasan dalam bentuk apapun. Karena kekerasan dalam bentuk apapun baik fisik maupun non fisik akan sangat merugikan bagi dirinya juga orang lain,” katanya.

 

back to top